Perbedaanbatik pedalaman dan batik pesisir ciri ciri batik pedalaman sering disebut juga sebagai batik klasik hal ini sesuai dengan . Oleh sebab itu, ragam hias yang diciptakan cenderung bebas, spontan, dan kasar dibandingkan dengan batik keraton. Batik ini biasanya disebut batik keraton atau batik klasik. Sedangkan batik pesisiran berkembang
BatikMadura Pulau Madura memiliki empat sentra batik, yaitu di Bangkalan, Pemekasan, Sampang, dan Sumenep. Warna merah, hijau, dan biru yang menyolok dan serta motif yang beragam, jadi cirinya. Pengaruh Hindu, Islam, Tionghoa, dan Belanda dapat ditemukan dalam batik Madura. Pengaruh Hindu tampak dalam motif seperti dewa Wisnu dan burung garuda
Berdasarkanperkembangannya, ragam hias batik sangat dipengaruhi oleh budaya luar sehingga dihasilkan corak batik yang beraneka ragam. Berdasarkan wilayah penyebaran motif pada kain batik dan dilihat juga dari periode perkembangan batik di Indonesia, batik dapat dibagi menjadi dua, yaitu batik pedalaman atau sering disebut dengan klasik dan batik pesisir.
Contohmotifnya adalah sekarjagat, matahari, serta keong mas. Di daerah Sumenep, terdapat batik dengan satu warna seperti merah, dan terkenal dengan motif ayam. Terkait dengan seni batik, Madura adalah daerah yang unik. Selain memiliki motif batik pesisiran dengan warna-warni yang berani, di daerah pedalaman, batik Madura justru tampil dengan
1 Gambar ragam hias flora (bagian motif hias). 2. Flora. 3. Motif tumpal mempunyai filosofi penolak bala karena gambar segitiga runcing itu dilambangkan sebagai gigi buaya. 4. Irama. 5. Benda yang memiliki bentuk bebas adalah benda yang bentuknya tidak beraturan atau yang tidak termasuk kubistis dan silindris. 6. Teknik menggambar dussel
. 448 139 53 392 165 24 418 426
motif ragam hias batik pedalaman dan batik pesisir